√ Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya

Posted on

Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang ke tiga. Adapun zakat fitrah wajib dikeluarkan bagi orang-orang Muslim, baik yang baru saja terlahir ke dunia sampai yang hampir menemui ajalnya. Selagi masih hidup, zakat wajib ditunaikan.

Sahabat muslimah, beberapa dari kita mungkin ada yang belum paham masalah seputar zakat fitrah. Disini, catatanmoeslimah.com akan membahas mengenai apa itu zakat? bagaimana hukumnya? bacaan atau lafadz niat membayar dan menerima zakat dan kadar atau ketentuannya.

Berikut pembahasan selengkapnya.

Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya
Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya

Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya

Zakat berasal dari bahasa Arab yang secara bahasa berarti suci, sedangkan menurut istilah zakat merupakan kadar harta tertentu yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat dan ketentuan. Allah berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

Artinya: “Dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!”. (QS. al-Baqarah: 43)

Loading...

Zakat Fitrah

Pada hari raya Idul Fitri, setiap orang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar, merdeka atau hamba, semuanya diwajibkan membayar zakat fitrah.

Dari Abu Sa’id berkata yang artinya: “Kami mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ dari makanan, gandum, kurma, susu kering, atau anggur kering.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat Membayar dan Menerima Zakat

Berikut ini bacaan niat untuk membayar dan menerima zakat lengkap dengan tulisan arab dan latinnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Zakat, Infak, Shadaqah Dan Perbedaannya

Niat membayar zakat untuk sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fardhal lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala“.

Niat membayar zakat untuk keluarga atau orang-orang yang dinafkahi (tanggungannya)

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘annii wa ‘an jami’i ma yalzimuniy nafaqaatuhum syar’an fardhal lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat Menerima zakat

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Ajarakallahu fiimaa a’thaita wa baroka fiimaa abqaita wa ja’alahu laka tahuuraa.

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah Engkau berikan dan semoga Allah memberikan keberkahan harta yang masih tersisa padamu menjadikan dirimu suci bersih.”

Ketentuan Zakat Fitrah

Kadar atau ketentuan zakat yang dikeluarkan yaitu 2,5 kg dan berupa makanan pokok yang ada di daerahnya masing-masing, seperti beras, sagu, gandum, kurma dan lainnya. Jika kita yang berada di negera Indonesia, zakat biasanya menggunakan beras karena beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Menurut Imam Syafi’i ukuran zakat fitrah yakni:

  • 1 sha’ : 2 Qodah Mesir
  • 1 sha’ : 4 Mud
  • 1 mud :1⅓ kati Baghdad
  • 1 kati : 128 4/7 Dirham
  • 1 Dirham : 4 gram
  • Jadi jumlah 1 sha’ sama dengan 2,743

Nah itulah pembahasan ringkas mengenai Pengertian Zakat Fitrah, Niat Zakat Dan Ketentuannya, semoga bermanfaat bagi sahabat sekalian, sekian terimakasih 🙂


Baca Juga:  Inilah!!! Larangan Keluar Masjid Setelah Adzan