√ Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

Posted on

Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri – Shalat tarawih di bulan suci Ramadhan adalah salah satu sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, sehingga sangat disayangkan jika harus terlewati dan dtinggalkan. Memang sholat tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Namun bagi mereka yang uzur untuk berjamaah dapat melakukan shalat tarawih sendiri baik di masjid maupun di rumah.

Bagi kaum wanita mungkin ada yang lebih suka sholat sendiri karena merasa lebih khusyu atau karena memiliki anak yang masih kecil, sehingga tidak memungkinkan untuk sholat berjamaah di masjid. Atau juga karena alasan lainnya seperti sedang hamil dan menyusui yang ingin tetap menjalankan ibadah tarawih di rumah kapan saja waktunya, tidak diburu-buru waktu, bisa dilaksanakan di malam hari sebelum sahur.

Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

Berikut ini akan dibahas mengenai niat sholat tarawih juga tata cara sholat tarawih sendirian.

Niat Sholat Tarawih

Adapun bacaan niat sholat tarawih yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada-al lillahi ta’alaa.

Loading...

Artinya :”Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

Adapun jumlah shalat tarawih sendiri sama dengan jumlah shalat tarawih berjamaah, yaitu maksimal 20 rakaat, dan minimal dua rakaat. Ditutup dengan sholat witir.

Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri
Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari. Oleh karenanya, harus mengikuti kaidah shalat sunnah malam, yaitu dua rakaat satu salam sebagaimana keterangan Syekh Muhammad Nawawi Banten dari kalangan Mazhab Syafi’i dalam kitab Nihayatuz Zain.

Baca Juga:  16 Keutamaan Sedekah Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits

ولا يصح أن يصلي أربعا منها بسلام بل لا بد أن يكون كل ركعتين منها بسلام لأنها وردت كذلك

Artinya: “Shalat Tarawih tidak sah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua rakaat karena hadits menyatakan demikian.”

Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

Berikut tata cara sholat tarawih sendirian, tanpa bilal.

  1. Melafalkan niat shalat Tarawih.
  2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
  3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
  4. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan jahar (lantang) atau sirr (pelan).
  5. Rukuk.
  6. Itidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
  12. Salam pada rakaat kedua.
  13. Lanjut sholat dua rokaat satu kali salam, dengan bacaan dan tata cara seperti diatas, sama seperti sholat pada umumnya.

Shalat Tarawih sendiri dapat dikerjakan secara ringkas dengan membaca surat-surat pendek setelah Surat Al-Fatihah. Tetapi Shalat Tarawih sendiri juga dapat dikerjakan secara lama dengan memilih surat-surat panjang dalam Al-Quran. Jika setelah Al-Fatihah tidak membaca surat pendek jatau panjang juga tidak apa-apa, tapi lebih baik membacanya. Wallahu a’lam.

Doa Setelah Sholat Tarawih

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا.

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, sanggup menjalankan semua kewajiban, mampu menjaga shalat,bisa mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan dan berpegang teguh pada petunjuk-Mu juga dipalingkan dari segala tipu daya, tergolong menjadi orang-orang yang zuhud di dunia dan mencintai kehidupan akherat, ridha akan qadha’ yang sudah digariskan, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan sabar atas segala musibah, termasuk orang-orang yang beralan di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad, pada hari kiamat sekaligus bisa mendatangi telaga kautsar, yang masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka menjadi orang-orang yang bisa duduk di atas dipan kemuliaan, mempersunting bidadari, yang berpakaian sutra,yang bisa menikmati hidangan surga, minum air susu dan madu yang murni dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat yaitu dari golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Kesemuanya itu adalah anugerah dari Allah dan cukuplah Dia sebagai Zat yang Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang diterima segala permohonannya dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang celaka yang tidak diperkenankan amalnya. Shalawat beserta salam Allah semoga tetap terlimpahkan atas pemimpin kami Nabi Muhammad Saw, keluarga dan semua sahabatnya dengan rahmat-Mu wahai Zat yang paling Pengasih di antara para pengasih. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca Juga:  9 Sunnah Sebelum Tidur Dalam Islam

Itulah pembahasan mengenai bacaan Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri beserta bacaan doa setelah sholat tarawih yang disebut dengan doa kamilin. Semoga dapat menambah pengetahuan dan dapat bermanfaat. Salam ukhuwah 🙂

√ Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri
5 (100%) 1 vote