Kumpulan Hadits Yang Berkaitan Dengan Ulama Terlengkap

Posted on

Kumpulan Hadits Yang Berkaitan Dengan Ulama – Ulama ialah orang-orang pilihan yang memiliki keahlian dalam ilmu agama untuk berjuang di jalan Allah, menegakkan agama Allah melalui ilmunya. Ulama adalah pewaris Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu agama. Tanpa para Ulama dalam suatu negara atau wilayah, maka hilanglah keberkahan dan terjadi kesesatan.

Tidak semua orang yang berilmu di muka bumi ini menjadi pewaris Nabi. Ada orang-orang tertentu saja yang dipilih dan telah memiliki sifat-sifat yang memenuhi kriteria sebagai seorang ulama pewaris Nabi.

Nah sahabat Muslimah, dalam mempelajari al-Qur’an dan hadits yang sesungguhnya itu tidak cukup hanya dengan membaca, untuk itulah kita harus bertanya kepada ahlinya, karena jika kita memahami al-Qur’an hanya dengan akal kita saja maka kesesatan lah yang akan terjadi. Lalu bagaimana kita harus belajar ilmu agama? ya merekalah para ulama sebagai tempat bertanya, jangan menafsirkan sendiri.

Adapun pembahasan kali ini berkaitan dengan Ulama yakni beberapa hadits shahih yang diambil dari beberapa rujukan dan salah satunya dari kitab Durratun nashihin. Ini hanya sebagian dari kumpulan hadits berkaitan dengan ulama atau orang yang berilmu. Masih banyak sekali hadits yang tidak ditulis dalam artikel ini.

Kumpulan Hadits Yang Berkaitan Dengan Ulama

Berikut ini beberapa kumpulan hadits yang berkaitan dengan Ulama sebagai waratsatul anbiya (pewaris para Nabi).

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

Loading...

Artinya: “Ulama adalah pewaris para nabi“. (HR. At-Tirmidzi)

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِيْ عَلَى أَدْنَاكُمْ

Artinya: “Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan orang yang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang-orang yang paling rendah diantara kalian“. (HR. Darimi)

أَنَّ عُمَرَ قَالَ لِكَعْبٍ مَنْ أَرْبَابُ الْعِلْمِ قَالَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ بِمَا يَعْلَمُوْنَ قَالَ فَمَا أَخْرَجَ الْعِلْمَ مِنْ قُلُوْبِ الْعُلَمَاءِ قَالَ الطَّمَعُ

Bahwasanya Umar berkata kepada Ka’ab: ” Siapakah yang disebut orang berilmu itu?, dia menjawab: ‘Yaitu mereka yang mengamalkan apa yang mereka ketahui’, dia bertanya: ‘(Kemudian) apa yang menyebabkan ilmu hengkang dari hati para ulama?’, dia menjawab: Keserakahan (terhadap dunia). ” (HR. Darimi)

إِنَّ مَثَلَ الْعُلَمَاءِ فِي الْأَرْضِ كَمَثَلِ النُّجُوْمِ فِي السَّمَآءِ يُهْتَدَى بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ فَإِذَا انْطَمَسَتِ النُّجُوْمُ أَوْشَكَ أَنْ تَضِلَّ الْهُدَاةُ

Artinya: “Perumpamaan para ulama di bumi seperti bintang-bintang di langit, digunakan sebagai petunjuk dalam kegelapan di daratan dan lautan. Jika bintang-bintang itu hilang, maka dikhawatirkan orang-orang yang mencari petunjuk menjadi sesat“. (HR. Ahmad)

Baca Juga:  Adab Makan Dan Minum Dalam Islam Beserta Dalilnya

وَمَا نَحْنُ لَوْلَا كَلِمَاتُ الْعُلَمَاءِ

Artinya: “Kami tidak akan berarti apa-apa tanpa nasihat dari para ulama“. (HR. Darimi)

مَوْتُ اْلعَالِمِ مَوْتُ اْلعَالَمِ

Artinya:”Meninggalnya seorang alim itu laksana hancurnya alam“.

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya keutamaan orang yang ‘alim (ulama) dibandingkan dengan ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu (agama). Barangsiapa mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang banyak“. (HR. Bukhari dan Muslim)

إِنَّ اللهَ لَا يَنْتَزِعُ الْعِلْمَ مِنَ النَّاسِ اِنْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعُلَمَاءَ فَيَرْفَعُ الْعِلْمَ مَعَهُمْ وَيُبْقِيْ فِي النَّاسِ رُءُوْسًا جُهَّالًا يُفْتُوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَيَضِلُّوْنَ وَيُضِلُّوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dari manusia setelah Dia berikan kepada mereka. Akan tetapi Allah akan mengambil (mewafatkan) para ulama, hingga jika setiap seorang ulama pergi (wafat), akan pergi pula ilmu yang dia miliki. Sehingga di dunia ini hanya tersisa orang-orang bodoh, mereka memberi fatwa tanpa landasan ilmu, hingga mereka sesat dan menyesatkan“. (HR. Bukhari dan Muslim)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ

Artinya: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiga golongan yang akan memberi syafa’at kelak di hari Kiamat, yaitu; Para Nabi kemudian para ulama dan para syuhada“. (HR. Ibnu Majah)

Kumpulan Hadits Yang Berkaitan Dengan Ulama

Rasulullah SAW bersabda:

أَكْرِمُوْا اْلعُلَمَاء فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مَكْرُمُوْنَ

Artinya: ” Hendaknya kalian memuliakan ulama, karena mereka itu orang-orang yang mulia menurut Allah dan dimuliakan“. (Kitab Lubabul Hadits)

وَقَالَ النَّبِي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم: مَنْ أَكْرَمَ عَالِمًا فَقَدْ أَكْرَمَنِي، وَمَنْ أَكْرَمَنِي فَقَدْ أَكْرَم الله، وَمَنْ أَكْرَمَ الله فَمَأْوَاهُ اْلجَنَّة

Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa memuliakan orang alim maka ia memuliakan aku, barangsiapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah, dan barangsiapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga“. (Kitab Lubabul Hadits)

وقال صلى الله عليه وسلم: فَضْلُ العَالِمِ عَلىَ العَابِدِ كَفَضْلِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ عَلىَ سَائِرِ الكَوَاكِبِ

Baca Juga:  Keutamaan Ulama Dalam Pandangan Islam

Nabi SAW bersabda: “Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas seluruh bintang-bintang“. (Kitab Lubabul Hadits)

وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة

Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa memandang wajah orang alim dengan satu pandangan lalu ia merasa senang dengannya, maka Allah Ta’ala menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat“. (Kitab Lubabul Hadits)

وقال صلى الله عليه وسلم : أكْرِمُوا العُلَمَاءَ فإنَّهُمْ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ، فَمَنْ أكرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ الله وَرَسُولَهُ

Nabi SAW bersabda : “Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama, karena mereka itu adalah pewaris para Nabi, maka barangsiapa memuliakan mereka berarti memuliakan Allah dan Rasul-Nya“. (HR. Al Khatib Al Baghdadi dari Jabir ra., Kitab Tanqihul Qaul)

مَنْ زَارَ عَالِما فَقَدْ زَارَنِي، وَمَنْ زَارَنِي وَجَبَتْ له شَفَاعَتي، وكانَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ أَجْرُ شَهِيدٍ

Artinya: “Barangsiapa mengunjungi orang alim berarti ia mengunjungi aku, barangsiapa mengunjungi aku maka ia akan memperoleh syafaatku, dan setiap langkah memperoleh pahala orang mati syahid“. (Kitab Tanqihul Qaul)

نَوْمُ العَالِمِ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ

Artinya: “Tidurnya orang alim itu lebih baik dari ibadahnya orang yang bodoh“. (Kitab Lubabul Hadits)

مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ

Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barangsiapa berjabat tangan kepada orang alim ia seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku didunia, dan barangsiapa yang duduk bersamaku didunia maka aku mendudukkanya pada hari kiamat bersamaku“. (Kitab Lubabul Hadits)

وعن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: مَنْ زَارَ عَالِما ضَمِنْتُ لَهُ عَلى الله الجَنَّةَ

Dari Abu Harairah ra., saya mendengar Rasulullah saww. bersabda : “Barangsiapa mengunjungi orang alim, maka aku menjamin kepadanya dimasukkan surga oleh Allah“. (Kitab Tanqihul Qaul)

فقيه واحد متورع أشد على الشيطان من ألف عابد مجتهد جاهل ورع

Artinya: “Seorang alim fiqih yang perwira (wara’) adalah lebih berat bagi syaitan daripada seribu orang ahli ibadah yang tekun yang bodoh lagi perwira“. (Kitab Tanqihul Qaul)

Baca Juga:  Keutamaan Ulama Dalam Pandangan Islam

مَنْ زَارَ اْلعُلَمَاءَ فَكَأَنَّمَا زَارَ اْلأَنْبِيَاءَ

Artinya: “Barang siapa mengunjungi para ulama, maka seakan akan dia telah mengunjungi para nabi“.

جُلُوْسُ سَاعَةٍ عِنْدَ اْلعُلَمَاءِ اَحَبُّ اِلَىَّ مِنْ عِبَادَةِ اَلْفِ سَنَةٍ

Artinya: “Duduk satu jam disisi para ulama lebih saya sukai daripada ibadah seribu tahun“.

Nabi SAW bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

Artinya: “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memberikan kepahaman dalam agama“.

سَيَأْتِيْ زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِيْ يَفِرُّوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالْفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِمُ اللهُ تَعَالَى بِثَلاَثِ بَلِيَّاتٍ: اُوْلاَهَا يَرْفَعُ بَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا وَالثَّالِثَةُ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ اِيْمَانٍ

Artinya: “Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka lari (menjauhkan diri) dari (ajaran dan nasihat) ulama dan para ahli fiqih (fuqaha), maka Allah menimpakan tiga musibah atas mereka, yaitu: (1) Allah akan menghilangkan keberkahan dari rizki (usaha) mereka, (2) Allah menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka dan (3) Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa bekal iman“.

Nah itulah beberapa Kumpulan Hadits Yang Berkaitan Dengan Ulama. Semoga dengan kita mengetahuinya, maka tidak ada lagi yang berani melecehkan Ulama dengan tindakan-tindakan bodoh dan cacian apalagi membencinya. Karena Allah dan Rasul sangat memuliakan Ulama, apalagi kita manusia biasa dengan ilmu yang amat sangat standar.

Saat ini banyak sekali orang Islam sendiri yang berani merendahkan ulama, mencaci bahkan membencinya. Bagi orang-orang awam yang baru mengenal agama cukup hanya mempelajari al-Qur’an dan hadits melalui terjemahan saja. Maka yang seperti itulah baginya jalan menuju kesesatan.

Naudzubillah. Semoga kita dijadikan orang-orang yang selalu dekat dengan Ulama, mencintai, ta’dzim dan memuliakannya karena Allah Ta’ala, serta dijadikan orang yang senantiasa haus akan ilmu agama.

Begitu mulianya mereka di mata Allah. Sebelum kita berani menuduh, menghina, mencaci, bahkan membenci ulama, coba pahami dulu beberapa hadits diatas. InysaAllah jika kita mengetahui keutamaan dan kemuliaan serta kedudukan Ulama, maka kita akan ta’dzim kepada mereka. Salam Ukhuwah 🙂

5 (100%) 1 vote