Inilah!!! Kumpulan Hadits Tentang Amanah

Posted on

Inilah!!! Kumpulan Hadits Tentang Amanah – Sahabat Muslimah, Amanah merupakan sifat mulia. Sehingga amat disayangkan jika kaum Muslimin kehilangan sifat mulia ini. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk menunaikan amanah, menjelaskan akibat buruk mengabaikan dan melalaikan amanah.

Loading...

Sahabat, amanah yaitu tanggung jawab yang dipikulkan kepada manusia, dengan dibekali akal agar menjadi hamba yang mentauhidkan Allah, ta’at kepada-Nya dengan melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan, berbuat adil mengerjakan kewajiban seperti shalat, puasa dan ibadah lainnya.

Inilah!!! Kumpulan Hadits Tentang Amanah

Sesungguhnya amanah adalah sesuatu yang besar dan memiliki kedudukan yang agung. Wajib bagi hamba Allah untuk memperhatikan dan menjaga hak-haknya, mengetahui kedudukannya, dan berupaya untuk mewujudkan dan merealisasikannya. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa kumpulan dalil hadits tentang amanah.

1. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan wajibnya menunaikan amanah kepada pemiliknya, ia berkata:Artinya : “Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan jangan engkau mengkhianati orang yang mengkhianatimu!.” (Hadits Abu Daud Nomor 3068)

Berkaitan dengan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini, asy Syaikh al Mubarakfuri rahimahullah berkata : “Perintah (di dalam hadits ini) menunjukkan wajibnya hal tersebut” . Yakni, seseorang wajib menunaikan amanah.

Loading...

Sehingga Imam adz Dzahabi rahimahullah telah mengkategorikan perbuatan khianat ini ke dalam perbuatan dosa besar. Beliau berkata, “Khianat sangat buruk dalam segala hal, sebagiannya lebih buruk dari sebagian yang lainnya. Tidaklah orang yang mengkhianatimu dengan sedikit uang, seperti orang yang mengkhianatimu pada keluargamu, hartamu, dan ia pun melakukan dosa-dosa besar (lainnya).”

2. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan salah satu tanda hari Kiamat adalah apabila amanah telah disia-siakan, ia berkata:Artinya : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: “Kapan datangnya hari kiamat?” Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; “beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, ” dan ada pula sebagian yang mengatakan; “bahwa beliau tidak mendengar perkataannya.”

Hingga akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: “Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?” Orang itu berkata: “saya wahai Rasulullah!”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya: “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat“. (Hadits Bukhari Nomor 57)

Baca Juga:  Inilah Tata Cara Membayar Fidyah Dan Takarannya

3. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anha, yang menerangkan khianat adalah salah satu tanda-tanda orang munafik, ia berkata:Artinya : “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila dia berbicara niscaya dia berbohong, apabila dia berjanji niscaya mengingkari, dan apabila dia dipercaya niscaya dia berkhianat.” (Hadits Muslim Nomor 89)

4. Hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan amanah dan menepati janji merupakan salah satu sifat orang beriman, ia berkata:Artinya : “Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya.” (As Silsilah as Shahihah)

Berkaitan dengan hadits ini, asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah- berkata, “Maksud sabda beliau (لاَ إِيْـمَانَ), dikatakan oleh as Sindi, ada yang mengatakan bahwa maksud dari kedua penafian (peniadaan) dalam hadits ini adalah nafyul kamal (peniadaan kesempurnaan iman dan agama). Ada yang mengatakan pula, maksudnya adalah, sama sekali tidak beriman orang yang menganggap halal meninggalkan amanah, dan sama sekali tidak beragama seseorang yang menganggap halal melanggar janjinya.

Dan maksud dari sabda beliau (لاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ) adalah, barangsiapa yang mengadakan sebuah perjanjian dengan orang lain, lalu ia sendiri yang melanggar dan tidak menepati janjinya tanpa ada ‘udzur (alasan) yang syar’i, maka agamanya kurang. Adapun jika dengan ‘udzur (alasan yang syar’i) -seperti seorang Imam (pemimpin) yang membatalkan perjanjian dengan seorang harbi (orang kafir yang diperangi), jika ia melihat ada kemaslahatan padanya-, maka hal ini boleh. Wallahu Ta’ala a’lam.” (Irwa-ul Ghalil fi Takhriji Ahaditsi Manar as Sabil)

Baca Juga:  Tanda-Tanda Hari Kiamat Menurut Al-Qur'an

Demikian ulasan tentang Inilah!!! Kumpulan Hadits Tentang Amanah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Facebook Comments
Rate this post
Loading...