Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan

Posted on

Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan – Sahabat muslimah, perlu kita ketahui bahwa hati yang sakit itu bersumber dari hal-hal kecil yang sering terabaikan. Hati yang sakit adalah hati yang senantiasa merasakan kegundahan, tidak pernah merasakan nikmatnya iman dan Islam, sulit tersentuh jika mendengar ayat-ayat Allah, tidak takut dosa, malas beribadah, dan tidak pernah merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa.

Bisa diibaratkan ketika kita sedang kehausan, namun kita tidak bisa menelan air untuk pelepas dahaga karena tenggorokan sakit atau terkena infeksi. Sehingga kita tidak bisa menerima air minum itu dengan nikmat.

Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan
Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan

Itulah sekilas gambaran tentang hati yang sakit. Orang yang hatinya sudah sakit akan selalu menganggap dosa-dosa itu merupakan hal biasa dan dianggapnya sebagai butiran debu yang beterbangan tak terlihat, kecil dan tanpa beban. Sebagai muslimah yang selalu haus akan ilmu, tentu akan menjaga semaksimal mungkin agar hatinya selalu bersih dan terjaga.

Adapun pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang sumber-sumber dari penyakit hati itu sendiri. Yupz, mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan

Sumber penyakit hati dalam Islam berdasarkan beberapa keterangan baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah itu diantaranya:

1. Lemahnya akhlak

Inilah salah satu bagian dari timbulnya penyakit hati, yaitu lemahnya akhlak. Seperti apa sih akhlak dalam Islam? Islam memandang akhlak sebagai buah dari proses penerapan aqidah. Akhlak merupakan manifestasi iman, Islam dan Ikhsan sebagai refleksi dari sifat dan jiwa yang secara spontan dan terpola pada diri seseorang sehingga melahirkan perilaku yang konsisten dan tidak tergantung pada pertimbangan berdasarkan keinginan tertentu. Semakin kuat dan mantap keimanan seseorang, semakin taat beribadahnya, maka akan semakin baik pula akhlaknya.

Orang yang akhlaknya lemah, ia akan sering meremehkan dosa kecil sehingga lambat laun tidak ada lagi penyesalan melakukan dosa yang biasa dilakukan. Sehingga dalam perkembangan berikutnya, ia tidak akan merasa dosa lagi ketika melakukan dosa besar.

2. Tidak ada kehati-hatian (ihtiyat)

Yang dimaksud tidak ada ihtiyat atau kehati-hatian disini adalah selalu memandang remeh barang yang subhat. Ia akan memandang barang subhat itu sama dengan barang yang halal.

3. Terlena dengan kehidupan dunia

Dunia ini fana, namun masih banyak orang yang menganggap bahwa ia akan merasakan hidup selamanya. Sehingga apa yang ia perhitungkan berdasarkan untung dan rugi berdasarkan ukuran keduniaan, bukan keuntungan dan kerugian untuk akhirat.

4. Takut sengsara

Ketakutan akan sengasara ini sangat dominan dan Islampun memahaminya. Namun ketakutan yang berlebihan dapat menjerumuskan orang pada kehidupan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan. Takut sengsara menyebabkan seseorang berani korupsi, kolusi, menipu, mencuri, dan lain sebagainya.

5. Perasa (kepekaan yang berlebihan)

Seseorang yang terlalu perasa akan mudah tersinggung dan marah serta akan mudah berburuk sangka. Kondisi hati seperti itu akan sangat mudah dihinggapi syetan. Akibatnya emosi tak terkendali dan terjadilah pembunuhan atau tindakan yang menyakiti orang lain.

6. Menyia-nyiakan waktu

Sering kita menyaksikan orang-orang yang menghabiskan waktunya sehari semalam hanya untuk tidur, memikirkan apa yang mau dimakan, main gadget, main game, nonton tv, ngobrol yang tidak bermanfaat dan lain sebagainya. Mereka lupa atau tidak tahu bahwa tujuan hidup itu untuk apa? hanya untuk beribadah. Kita bekerja dan mencari rezeki untuk apa? untuk kelancaran ibadah kita.

Seseorang yang telah menyia-nyiakan waktu berarti ia telah mengorbankan berbagai kepentingan untuk bekal di akhirat nanti. Ia berpikir bahwa “nanti” masih ada kesempatan, kemudian “nanti dan nanti lagi” hingga tidak tahu kapan ajal menjemput.

Ibnu Umar mengingatlan dalam riwayat Bukhari: “Jika engkau berada di waktu sore (untuk berbuat kebaikan), maka jangan menunggu waktu pagi. Begitu juga jika engkau berada di waktu pagi (untuk berbuat kebaikan) maka jangan menunggu waktu sore (kerjakan saat itu juga)“.

Untuk menghindari adanya penyakit hati atau hati yang sakit, maka jauhilah perkara-perkara diatas. Karena keenam perkara tersebut merupakan sumber berawalnya penyakit hati. Semoga tulisan mengenai Ini Dia!!! 6 Sumber Penyakit Hati Yang Sering Diabaikan dapat mengingatkan kembali kepada kita bahwa kesehatan dan kebersihan serta kesucian hati haruslah dijaga sebaik mungkin.

Baca juga:

Facebook Comments