Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam

Posted on

Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam – Menikah merupakan salah satu anjuran Allah SWT dan sunnah Rasul yang harus dilakukan oleh umat Nabi Muhamad SAW. Dengan pernikahan, maka Allah akan menjamin rezeki, kebahagiaan, pahala ibadah yang berlipat ganda, dan banyak kemuliaan serta keutamaan bagi orang yang menikah.

Berikut ini ada beberapa kemuliaan dan keutamaan menikah dalam Islam.

Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam
Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam

Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam

Sudah jelas bahwa menikah itu merupakan sunnah rasul yang memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan. Adapun kemuliaan dan keutamaan bagi orang yang menikah diantaranya yaitu sebagai berikut:

Orang yang menikah pahala ibadahnya berlipat-lipat

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Keutamaan seorang yang telah menikah dengan seorang yang tidak menikah ibarat seorang pejuang dengan orang yang duduk-duduk di rumah. Dua rokaat sholat yang dilaksanakan seseorang yang telah berkeluarga lebih baik daripada delapan puluh dua rokaat yang dilaksanakan seseorang yang belum menikah.”

Dari Muadz bin Jabal RA berkata: “Sholat seseorang yang menikah lebih baik daripada empat puluh orang yang belum menikah.

Ibnu Abbas berkata: “Menikahlah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya sehari dalam keadaan menikah lebih baik daripada ibadah seribu tahun di luar itu.”

Baca juga: 7 Sendi Kebahagiaan Suami Istri Dalam Pandangan Islam

Dengan menikah akan bertambah tanggung jawab yang tidak hanya dari sisi materi saja, tetapi juga mengarahkan, mendidik, membimbing anak-anak dan keluarga menjadi lebih baik. Itulah kenapa Islam memandang sebuah pernikahan sebagai suatu sunnah yang amat mulia. Didalamnya terdapat banyak kemuliaan jika kita mengetahuinya dan menjalaninya sesuai dengan aturan dan ajaran Islam.

Orang yang menikah akan mendapatkan pertolongan dari Allah

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapatkan pertolingan Allah, yaitu seorang mujahid di jalan Allah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)

Selain itu juga dalam sebuah hadits dikatakan: “Sesungguhnya pertolongan Allah tergantung pada nafkah yang diberikan seseorang untuk keluarganya. Sesungguhnya sabar itu datang dari Allah berkaitan dengan bencana. Sesuatu yang nantinya akan diletakkan diatas timbangan hamba pada hari kiamat adalah nafkahnya untuk keluarga.”

Nafkah yang diberikan untuk keluarga dapat menghapus dosa dan mendapat tempat di dalam Surga

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya ada dosa dari berbagai dosa yang tidak bisa diampuni dengan puasa, sholat dan berjihad kecuali dengan mencari nafkah untuk keluarga.”

Baca juga: Nasehat Tentang Pernikahan Dalam Islam

Rasulullah menjelaskan bahwa didalam Surga terdapat tempat atau ruangan yang tembus pandang. Para sahabat bertanya, untuk siapakah tempat tersebut diberikan? Rasulullah menjawab: “Yang akan menghuninya adalah orang yang suka memberi makan, berkata baik, berpuasa, menebar salam dan sholat malam saat yang lain tidur.”

Memberi makan yang dimaksud juga termasuk memberi makan untuk keluarganya.

Dalam hadits lain disebutkan: “Sebaik-baik dinar adalah dinar yang dibelanjakan seseorang untuk keperluan keluarganya. Kemudian dinar yang dimanfaatkan untuk biaya kendaraan di jalan Allah dan kemudian dinar yang diberikan untuk teman-temannya di jalan Allah.”

Anas bin Malik bertanya kepada Rasulullah, “Apakah memberi nafkah kepada keluarga lebih engkau sukai ataukah mengeluarkan dana untuk jihad fii sabilillah?” Rasululah menjawab: “Satu dinar yang dinafkahkan untuk keluarganya lebih aku sukai dibanding menafkahkannya di jalan Allah.”

Berhubungan badan suami isteri termasuk sedekah

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!” Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya: “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala?” Nabi menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa?”Jawab para shahabat: “Ya, benar”. Kemudian beliau bersabda lagi: “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), maka mereka akan mendapatkan pahala!“. (HR. Muslim, Ahmad dan Nasa’i )

Rasulullah SAW bersabda: “Jangan sampai kalian meninggal dalam keadaan tidak menikah.” Semoga kita semua kembali dalam keadaan telah menikah. Aamiin

Itulah beberapa Kemuliaan Dan Keutamaan Menikah Dalam Islam, semoga dapat bermanfaat dan sekian terimakasih 🙂

Facebook Comments