Waspada Terhadap Ghibah Dan Bahayanya

Posted on

Waspada Terhadap Ghibah Dan Bahayanya – Beberapa dosa yang dianggap biasa salah satunya adalah membicarakan aib orang lain. Ghibah ialah membicarakan kejelekan orang lain yang saat dalam pembicaraannya orang itu tidak ada. Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa ghibah ialah sesuatu yang amat jelek, namun sudah tersebar dikhalayak ramai. Biasanya orang menghibah itu tidak hanya keburukannya saja, tetapi apapun yang ada dalam diri seseorang itu dibeberkan, baik itu tingkah lakunya, mengolok-oloknya, mencibirnya, baik buruknya dibeberkan pada orang lain. Sementara yang diperbincangkan tidak ada ditempat itu dan tidak mendengar.

Waspada Terhadap Ghibah Dan Bahayanya
Waspada Terhadap Ghibah Dan Bahayanya

Ghibah juga bisa dilakukan tidak hanya melalui lisan saja, tetapi melalui isyarat mata, bibir, kedipan mata dan lain sebagainya. Namun ada baiknya untuk orang yang dighibah mendapatkan pahala yang tidak disangka-sangka. Dari Abi Umama bahwa dia berkata: “Sesungguhnya besok pada hari kiamat ada seorang hamba diberikan catatan amalnya, dia melihat ada beberapa kebaikan yang tidak ia lakukan. Kemudian ia berkata: ” Wahai Tuhanku, dari manakah kebaikanku ini?”.

Allah SWT berfirman: “Ini adalah amal baiknya orang yang menghibah engkau, sedang engkau tidak merasa“.
Untuk lebih jelas mengenai ghibah dan bahaya-bahayanya, yuk kita simak ulasannya berikut ini.

Ghibah Dan Bahayanya

Nabi SAW bersabda:

Ghibah itu lebih dahsyat atau lebih besar dosanya dari pada zina atau perbuatan lacur“.

Para sahabat berkata: “Bagaimana bisa demikian wahai Rasulullah?”.

Beliau bersabda: “Orang laki-laki yang berzina kemudian bertobat, maka Allah akan memberi tobat kepadanya. Adapun orang yang berghibah tidak akan diampuni kecuali jika orang yang di ghibah memaafkannya terlebih dahulu“.

Nah itu kenapa dosa ghibah itu besar. Sama seperti halnya dengan fitnah, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Semua itu karena lisan yang tidak bisa dikontrol dengan baik.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi bersabda: “Barang siapa selama dalam umurnya menggibah sekali, maka Allah ta’ala menyksanya dengan 10 macam siksaan:

  • Dia akan jauh dari rahmat Allah
  • Para Malaikat memutuskan persahabatan dengannya (tidak mau mendekat),
  • Tercabut ruhnya dikala mati dengan sangat sakit,
  • Dia menjadi dekat dengan neraka,
  • Menjadi jauh dengan surga,
  • Mendapat siksa kubur yang sangat dahsyat,
  • Dihapus amal baiknya,
  • Ruh Nabi Muhammad merasa sakit karena dia,
  • Allah murka padanya, dan
  • Dia akan menjadi orang yang failed timbangannya pada hari kiamat”.

Dari Ali karamallahu wajhah, Nabi bersabda: “Jauhilah olehmu sekalian dari berghibah, karena sesungguhnya didalam ghibah itu terdapat tiga bencana: Doanya tidak dikabulkan, kebaikanya tidak diterima dan akan bertambah kejelekannya“.

Dari Alauddin bin Al-Harits, bahwa Nabi SAW bersabda:

Orang-orang yang mengumpat, orang-orang yang mencela, dan orang-orang yang menghendaki adu domba serta orang-orang yang aniaya terhadap orang-orang yang terlepas dari cela, maka besok di hari kiamat mereka semua akan digiring oleh Allah dalam bentuk wajah-wajah anjing“.

Kapan ghibah diperbolehkan?

Nabi bersabda: “Apabila salah seorang diantaramu ada yang menyebutkan kejelekan saudaranya Islam, hendaknya dia berta’awudz kepada Allah ta’ala (A’udzubillahi minasy syaithaanir rajiim) karena sesungguhnya ta’awudz itu sebagai tebusannya“.

Ketahuilah bahwa ghibah itu diperbolehkan dalam lima hal, yaitu:

  1. Seseorang yang dianiaya melaporkan penganiayaan si dzalim kepada raja agar supaya raja itu dapat mencegah perbuatan penganiayaan itu.
  2. Dihadapan orang yang meminta fatwa apabila dia memerlukan disebutkannya kejelekan.
  3. Menakut-nakuti orang Islam terhadap kejahatan atau rencana jahat seseorang jika dia mengetahuinya.
  4. Hendaknya sudah menjadi tersohor terhadap adanya nama atau ciri padanya. Seperti matanya telah kabur dan selalu mengalir air matanya, orang yang timpang kakinya, dan lain-lain yang sebanding sampai ciri lain yang lebih dari itu.
  5. Adanya menampakkan atau menyebutkann aib itu dengan tidak dibencinya. Seperti orang laki-laki yang berlagak wanita.

Ghibah itu ada 4 macam, yaitu: Mubah atau boleh, Ma’siat atau durhaka, Munafiq dan Kufur (untuk lebih jelas silakan buka kitab Durratun Nashihin bab ke 63 yang menerangkan sangkaan buruk dan ghibah).

Maka seyogyanya bagi orang yang suka mengghibah agar selalu beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah dan bertobat sebelum berdiri meninggalkan tempat itu.

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan semoga tulisan tentang Waspada Terhadap Ghibah Dan Bahayanya ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Sekian terimakasih 🙂

Facebook Comments