Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya

Posted on

Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya – Banyak keutamaan yang diperoleh jika kita banyak mengingat kematian dan Rasulullah saw. pun pada dasarnya telah menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa memperbanyak mengingat kematian. Ketahuilah bahwa orang yang tekun dalam urusan-urusan dunia yang rajin dalam tipu dayanya, yang menyukai hawa nafsunya, mereka pasti lalai dari mengingat kematian. Ada beberapa keutamaan yang dapat kita peroleh dari banyaknya mengingat kematian. Berikut  ulasan selengkapnya.

Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya
Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya

Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya

Berikut beberapa manfaat, faedah dan keutamaan dalam memperbanyak mengingat kematian.

Mengingat kematian akan mendekatkan diri kepada Allah.

Adapun orang-orang yang bertaubat, ia akan memperbanyak mengingat kematian sehingga bangkit dari hatinya rasa takut. Dengan itulah ia akan menepati taubatnya dengan sempurna.

Rasulullah SAW. bersabda: “Barang siapa tidak menyukai perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah tidak menyukai perjumpaan dengannya“. (Muttafaqun ‘alaih)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Perbanyaklah dari mengingat pemotong kelezatan“. (HR. At-Turmudzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

Mengingat kematian akan menyebabkan seseorang jauh dari tipu daya dunia. Sehingga selalu menuntut persiapan baginya untuk akhirat.

Dari Aisyah RA, berkata: “Wahai Rasulullah! Adakah seseorang dikumpulkan bersama orang-orang yang mati syahid?”

Rasulullah bersabda: “Ya, orang yang mengingat kematian sehari semalam sebanyak dua puluh kali“.

Orang yang lalai dari kematian akan mendorong pada ketekunan nafsu dunia. Rasulullah bersabda: “Hadiah bagi orang mu’min adalah kematian“.

Ini karena dunia adalah penjara bagi orang mu’min, karena di dunia merupakan penderitaan baginya, melatih nafsu dan menolak ajakan syetan. Maka kematian adalah pelepasan baginya dari siksaan ini. Dan pelepasan adalah sesuatu yang amat berharga baginya.

Mengingat kematian menjadi penghapus dosa.

Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah dari mengingat kematian, karena sesungguhnya mengingat kematian itu dapat menghilangkan dosa-dosa dan menjadikan zuhud pada dunia“.

Rasulullah bersabda: “Ingatlah kepada kematian, Ingatlah, demi Dzat yang ada didalam diriku dalam kekuasaanNya, seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis“. (HR. Ibnu Abid Dunya)

Telah diriwayatkan dari Abu Nu’aim, Al-Baihaqi dan Al-Khatib dari Anas ra. bahwa Rasulullah  SAW. bersabda: “Kematian adalah penghapus dosa bagi setiap muslim“.

Mengingat kematian termasuk orang-orang yang pandai.

Dari Umar ra. berkata kepada Rasulullah SAW, “Siapakah orang yang paling pandai diantara manusia dan yang paling mulia wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat kematian diantara mereka dan yang lebih keras persiapannya bagi kematian, meraka ialah orang-orang yang pandai. Mereka pergi dengan kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat“. (HR. Ibnu Majah).

Rasulullah SAW. bersabda:

Hadits Tentang Mengingat Kematian

Artinya: “Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian” (HR. At-Tirmidzi)

Mengingat kematian akan melembutkan hati.

Dari Shafiyyah ra. berkata: “Sesungguhnya telah datang kepada Aisyah ra seorang wanita yang mengadu akan kekerasan hatinya, lalu Aisyah ra berkata: “Perbanyaklah mengingat kematian, niscaya hatimu lembut“.

Memperbanyak mengingat kematian akan mengurangi kenikmatan dunia.

Dunia penuh dengan kenikmatan sehingga jika lalai dalam mengingat kematian, maka kamu akan terpesona dengan indahnya dunia. Jika mengingat kematian itu telah mengena dihatinya, dan ketika itu kesenangan dan kegembiraannya pada dunia akan berkurang.

Abu Darda berkata: “Apabila kamu mengingat-ingat orang-orang yang mati, maka anggaplah dirimu seperti salah seorang dari mereka“. Ibnu Muthi’ memandang kepada rumahnya, lalu ia dikagumkan oleh kebagusannya, kemudian ia menangis seraya berkata: “Demi Allah, jikalau tidak ada kematian, niscaya saya senang denganmu dan jikalau tidak ada apa yang kami kembali kepadanya dari sempitnya kuburan, niscaya mata-mata kami senang dengan dunia“.

Mengingat kematian akan mencegah dari perbuatan dzolim.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

QS. Al Muthoffifin ayat 4

Artinya: “Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4).

Maksud dari ayat ini ialah untuk orang-orang yang berlaku dzolim dengan berbuat curang ketika menakar dalam perdagangan. Seandainya mereka tahu bahwa besok ada hari bangkit dan akan dihisab satu per satu, tentu mereka tidak akan berbuat dzolim seperti itu. Imam Al-Qurthubi menyebutkan dalam At -Tadzkiroh mengenai perkataan Ad-Daqoq mengenai keutamaan seseorang yang banyak mengingat mati yaitu:

  • Menyegerakan untuk bertaubat
  • Hati yang qona’ah dan selalu merasa cukup
  • Semangat dalam melakukan ibadah

Sedangkan bagi orang-orang yang melupakan kematian, maka ia akan:

  • Menunda-nunda taubat
  • Tidak pernah merasa cukup terhadap apa yang diberikan oleh Allah
  • Malas dalam melakukan ibadah

Mengingat kematian akan membantu meningkatkan kualitas shalatnya.

Rasulullah SAW. bersabda:

Hadid tentang mengingat kematian

Artinya: “Ingatlah kematian dalam sholatmu, maka sesungguhnya apabila seorang laki-laki mengingat kematian didalam sholatnya, maka ia akan memperbagus sholatnya. Dan sholatlah seperti sholat laki-laki yang tidak menyangka bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk melakuka sholat lainnya. Hati-hatilah dengan suatu perkara yang kelak engkau akan meminta udzur (karena tidak bisa memenuhinya). (HR. Ad-Dailami)

Kematian itu amatlah menakutkan dan bahaya melupakannya itu sangatlah besar. Kelalaian manusia pada kematian itu terjadi karena sedikitnya pengetahuan dan ingatan mereka padanya. Barang siapa mengingat kematian dimana ia tidak mengingatnya dengan hati yang kosong, tetapi dengan hati yang disibukkan dengan nafsu syahwat dunia, maka mengingat kematian tidaklah berguna dalam hatinya. Nabi Isa as. bila disebut kematian disisinya, maka kulitnya meneteskan darah. Dan Nabi Daud apabila mengingat kematian dan kiamat, maka ia menangis sehingga persendiannya terlepas, dan apabila mengingat rahmat, niscaya dirinya kembali kepadanya.

Itulah beberapa anjuran dan keutamaan dalam memperbanyak mengingat kematian. Semoga artikel tentang Keutamaan Mengingat Kematian Dan Anjurannya dapat mengingatkan kembali pada kita semua tentang sebuah kematian yang selalu mengejar kita dan tidak tahu kapan merenggut nyawa kita. Persiapkan amal ibadah karena sesungguhnya hari esok adalah hari yang akan terjadi dan kehidupan kekal selamanya ialah kehidupan setelah kita mati.

Baca Juga:

Facebook Comments